m@mOuT Website's

Sebuah Kotak Kecil Tempat Kamu Berbagi…

Top Eleven Players di Perempat Final

Juli2

Piala Dunia sudah memasuki babak perempat final, dari 32 negara yang tersisa kini hanya tersisa 8 negara yang siap untuk maju ke final.

Dilihat dari statistik dan pengamatan kepada setiap pemain dari 8 negara tersebut, BOLA.NET memilih sebelas pemain untuk dijadikan Top Eleven Players di babak perempat final ini. Dengan menggunakan strategi 4-3-1-2 kami telah memasukkan pemain terbaik di setiap posisi.

Kiper:

  • Richard Kingson (Ghana), dengan penyelamatan sebanyak 15 kali dari 4 penampilannya di Piala Dunia ini, akan sangat pantas jika kiper Ghana ini kami percayakan sebagai orang terakhir di lini pertahanan. Kiper Wigan ini memiliki reaksi dan kecepatan yang sangat memukau.
  • Cadangan: Julio Cesar (Brasil)

Belakang:

  • Maicon (Brasil), kuat dalam bertahan dan sangat tajam dalam membantu serangan saat melakukan overlaping adalah nilai lebih dari pemain ini. Satu gol, satu assist dan stamina yang kuat menjadikan bek Inter Milan ini kami tempatkan di posisi bek kanan daripada Philipp Lahm.
  • Juan (Brasil), dengan tinggi 1,81 meter dan stamina yang prima, dia sangat tangguh dalam duel udara ataupun man to man dengan striker lawan. Sebagai bukti, sebuah gol melalui heading dan 8 kali clearance sudah terlahir dari ketangguhannya ini.
  • Maximiliano Pereira (Uruguay), pemain yang merumput di Benfica ini mempunyai kecepatan dan stamina yang kuat dalam menjaga striker lawan. Dalam statistik sejauh ini, 3 tekel keras dan bersihnya mampu menghentikan pergerakan striker lawan untuk mencetak gol ke gawang Uruguay. Dia juga menjadi bek tengah dengan CCR (Clearance Complete Rate) 71%, ukuran tertinggi sejauh Piala Dunia ini digelar.
  • Gabrielle Heinze (Argentina), golnya ke gawang Nigeria menjadi gol pembuka Argentina di ajang Piala Dunia ini. Mantan pemain Manchester United dan Real Madrid ini juga sudah menyumbangkan satu assist bagi tim Tango.
  • Cadangan: Gerard Pique (Spanyol), Philippe Lahm (Jerman)


Tengah:

  • Mesut Ozil (Jerman), pemain muda Jerman ini menjadi The Rising Star dalam lini tengah Jerman. Meskipun kecepatannya mencapai 28,38 km/jam namun ketenangan juga merupakan nilai positif dari pemain ini. Dua assist dan satu gol penentu kemenangan melawan Ghana menjadi modalnya untuk kami tempatkan sebagai sayap kanan.
  • Xabi Alonso (Spanyol), pilihan gelandang bertahan ada pada pemain Real Madrid ini. Selain mampu bertahan dengan baik, ia juga mampu memiliki visi menyerang yang bagus. Pemain ini memiliki PCR (Passes Completion Rate) sebesar 83% yang merupakan PCR tertinggi di antara gelandang bertahan yang tersisa di perempat final.
  • Angel Di Maria (Argentina), pemain yang baru saja menandatangani kontraknya dengan Real Madrid ini memiliki kecepatan, drible yang baik dan umpannya yang terukur. Penetrasinya dari sayap kiri sering merepotkan pertahanan lawan.
  • Wesley Sneijder (Belanda), playmaker ini sudah menyumbangkan 1 gol dan 1 assist bagi tim oranye. Tapi bukan itu saja yang menjadikannya berada di tim ini, kecepatan dan tendangan keras yang dimilikinya juga merupakan senjata tersendiri dari pemain ini.
  • Cadangan: Bastian Schwarnsteiger (Jerman), Alesandro Iniesta (Spanyol).

Depan:

  • David Villa (Spanyol), 4 gol dari 4 pertandingan sudah menjadi bukti ketajaman pemain yang baru saja dikontrak Barcelona ini. Skill individu yang lengkap merupakan ancaman menakutkan bagi pertahanan lawan.
  • Gonzalo Higuain (Argentina), hattrick-nya ke gawang Korea Selatan menjadi bukti bahwa ia layak dipanggil Diego Maradona. Dia mampu bersinar di antara harapan publik dunia kepada
    Lionel Messi, sama seperti David Villa dia mencetak 4 gol sampai saat ini.
  • Cadangan: Luis Suarez (Uruguay), Asamoah Gyan (Ghana)

Maaf bagi anda para penggemar Paraguay yang melihat tidak ada satu pun pemain mereka berada dalam tim ini, bahkan dalam barisan pemain cadangan. Bukan karena kami sentimen dengan Paraguay setelah mengalahkan wakil Asia yang tersisa, Jepang. Namun kami tidak melihat adanya pemain yang menonjol secara individu dalam tim ini. Bahkan dari catatan statistik pemain. Paraguay memang merupakan tim yang tidak menonjolkan kualitas individu dari pemainnya namun lebih menitikberatkan pada permainan kolektif mereka.

(sumber : Bola.net)

posted under Olah Raga | No Comments »

HEAD TO HEAD: Argentina vs Jerman

Juli2

Disebut sebagai salah satu duel terbaik di Piala Dunia 2010. Melihat status kedua tim dan catatan statistik yang mereka miliki, sebutan itu memang beralasan.

Kedua tim setidaknya sudah 18 kali berjumpa di berbagai level kompetisi dan turnamen internasional, atau hanya sekadar melakoni laga ujicoba.

Dari 18 pertemuan tersebut, Argentina untuk sementara memimpin dengan skor 8-5. Ada pun lima laga terakhir berakhir dengan seri.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 4 Maret 2010 pada laga ujicoba, di mana Argentina menang tipis 1-0 lewat gol Gonzalo Higuain.

Sementara pertemuan kedua tim di tiga edisi sebelumnya banyak diwarnai hasil imbang. Namun di level turnamen internasional, Jerman memiliki kenangan manis di Piala Dunia 2006, di mana mereka melenggang ke semi-final setelah menuai kemenangan lewat drama adu penalti. Di waktu normal, kedua tim bermain imbang 1-1.

Rekor Pertemuan Kedua Tim:
15/12/1993 – Ujicoba – Jerman 1-2 Argentina
17/4/2002 – Ujicoba – Jerman 0-1 Argentina
9/2/2005 – Ujicoba – Jerman 2-2 Argentina
21/6/2005 – Piala Konfederasi – Argentina 2-2 Jerman
30/6/2006 – Piala Dunia 2006 – Jerman 1-1 Argentina (Jerman menang adu penalti)
4/3/2010 – Ujicoba – Jerman 0-1 Argentina

(sumber : Goal.com)

posted under Olah Raga | No Comments »